Senin, 03 Desember 2012


Cheng Ho


Cheng Ho atau Zheng He (Hanzi tradisional:鄭和, Hanzi sederhana: 郑和 , Hanyu Pinyin:Zhèng Hé, Wade-Giles: Cheng Ho; nama asli: 马三宝 Hanyu Pinyin: Ma Sanbao; nama Arab:Haji Mahmud Shams) (1371 - 1433), adalah seorang pelaut dan penjelajah Tiongkok terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433.
Biografi
Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao ( 三保)/Sam Po Bo[1] , berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.
Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15.
Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa

Kamis, 29 November 2012

KATSUDON


Bahan:
  • 120 gr steak sapi sirloin/dada ayam fillet. 
  • 4 sdm tepung terigu. 
  • 1 butir telur. 
  • 100 gr tepung roti kasar. 
  • 250 ml minyak goreng. 
  • Garam dan lada secukupnya. 
  • 1 mangkuk nasi putih hangat

Saus:
  • 50 ml air. ½ kaldu sapi balok(haluskan). 
  • 1 ½ sdm kecap asin. 
  • 1 sdt gula pasir. 
  • 1/2 bagian bawang bombay besar, iris tipis. 
  • 1 butir telur.

Cara membuat:
  1. Pipihkan daging mengunakan palu daging, jangan hancur. Beri garam dan lada hingga merata. 
  2. Balut daging ke dalam tepungterigu, telur dan tepung roti. Pastikan daging terbalut seluruhnya. Simpan 10 menit di lemari es. 
  3. Goreng daging dalam minyak panas dengan api sedang, sampai kuning kecoklatan atau

Potato Soup


Bahan:
  • 200 gram kentang, bersihkan, parut
  •  500 ml susu cair
  • 3 lembar keju cheddar
  • 2 sdm butter atau mentega
  •  Garam secukupnya
Cara membuat: 
  1. Lelehkan butter pada wajan anti lengket, masukkan kentang, aduk rata 5 menit.
  2. Masukkan susu sedikit demi sedikit smbil diaduk, hingga kentang terendam.
  3. Setelah mendidih tambahkan 2 keju cheddar dan garam secukupya, aduk hingga mengental dan

Menelusuri Sejarah Perang Salib


Saat perang Salib, tentara Kristen, Jerman, Yahudi membantai orang Islam di jalan-jalan. Berbalik 180 derajat dengan perlakuan pasukan Islam terhadap pasukan Kristen. Simak akhlaq Salahuddin al-Ayyubi
“Pemandangan mengagumkan akan terlihat. Beberapa orang lelaki kami memenggal kepala-kepala musuh; lainnya menembaki mereka dengan panah-panah, sehingga mereka berjatuhan dari menara-menara; lainnya menyiksa mereka lebih lama dengan memasukkannya ke dalam api menyala. Tumpukan kepala, tangan, dan kaki terlihat di jalan-jalan kota. Kami berjalan di atas mayat-mayat manusia dan kuda. Tapi ini hanya

Sam Pek dan Eng Tay


Pada jaman dahulu kala di negeri Cina tepatnya di propinsi Zhejiang hiduplah keluarga Zhu. Mereka termasuk keluarga kaya dan terpandang di daerah tersebut. Keluarga Zhu mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Cuk Eng Tay. Sebagai anak perempuan, Eng Tay tidak boleh sering keluar rumah. Hal itu selalu membuatnya bosan. Dia ingin sekali pergi bersekolah seperti anak laki-laki. Berulang kali Eng Tay membujuk ayahnya untuk mengijinkannya pergi sekolah, namun ayahnya selalu menolak dengan tegas.

Suatu hari dia mendapat sebuah ide. Eng Tay mengurung diri di kamar dan berpura-pura sakit. Tuan Zhu yang khawatir dengan kesehatan putri tunggalnya menyetujui usul Lin Ce, pengasuh putrinya, untuk memanggil seorang peramal.
"Tuan, saya sarankan anda untuk mengirim putri anda ke sekolah di luar kota, maka dia akan sembuh," kata si peramal.
"Apa? Tidak mungkin aku mengirim anak perempuanku bersekolah. Tak ada seorang gadis pun di sana!" kata Tuan Zhu gusar.

Tiba-tiba peramal itu menyingkap tutup kepala dan jubahnya. Tuan Zhu terkejut karena peramal itu tidak lain adalah Eng Tay.
"Ayah, kalo aku berpakaian seperti laki-laki, bolehkah aku pergi ke sekolah? Tidak akan ada yang menyangka bahwa aku seorang gadis," bujuk Eng Tay.
Akhirnya dengan berat hati Tuan zhu mengijinkan Eng Tay untuk pergi bersekolah.

Pada hari yang ditentukan dengan ditemani Lin Ce yang setia, Eng Tay berangkat ke sekolah